Boleh, Tapi Harus Ekstra Hati-Hati & Di bawah Pengawasan Dokter
Banyak pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) merasa ragu atau takut saat dokter menyarankan pencabutan gigi.
Tak jarang muncul pertanyaan seperti:
❓“Apakah boleh cabut gigi kalau tensi saya 160?”
❓“Apa gak bahaya, nanti bisa stroke, ya?”
❓“Perlu izin dokter jantung dulu gak?”
Jawabannya: boleh cabut gigi, asal dilakukan dengan kontrol medis yang ketat dan persiapan yang benar.
❗Kenapa Cabut Gigi Bisa Berisiko pada Pasien Hipertensi?
Pasien hipertensi memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari normal, yang artinya:
🔹 Pembuluh darah lebih rentan pecah
🔹 Perdarahan bisa berlangsung lebih lama
🔹 Stres dan nyeri saat tindakan bisa memicu lonjakan tekanan darah
🔹 Risiko komplikasi sistemik meningkat (stroke, serangan jantung)
Makanya, pencabutan gigi pada pasien hipertensi harus dilakukan oleh dokter yang paham cara memanajemen kondisi sistemik ini dengan baik.
🧠 Angka Tensi yang Aman untuk Cabut Gigi
Idealnya, tindakan cabut gigi dilakukan saat tekanan darah dalam batas:
✅ < 140/90 mmHg → aman untuk tindakan biasa
⚠️ 140–160 mmHg → bisa dilakukan dengan pertimbangan & pengawasan
❌ > 160 mmHg → sebaiknya ditunda dulu & dirujuk ke dokter penyakit dalam
📌 Tensi tinggi bisa bersifat sementara karena kecemasan (white coat hypertension). Dokter akan mengevaluasi secara menyeluruh, bukan dari angka sekali ukur.
👨⚕️ Strategi Aman Cabut Gigi untuk Pasien Hipertensi
drg. Romzi Hanif Sp.BMM(K) menerapkan protokol medis khusus, antara lain:
1. Evaluasi Tekanan Darah Sebelum Tindakan
📍 Tekanan darah diukur saat pasien tenang
📍 Bila tinggi, ditunda dan direkomendasikan kontrol dulu
2. Komunikasi dengan Dokter Penyakit Dalam
📍 Jika pasien konsumsi obat jantung atau hipertensi, rencana tindakan disesuaikan
3. Gunakan Anestesi Aman
📍 Obat bius yang tidak memicu lonjakan tekanan darah
📍 Anestesi lokal tanpa atau dengan epinefrin dosis rendah (jika perlu)
4. Prosedur Atraumatik dan Cepat
📍 Prosedur dibuat seefisien mungkin, tanpa tekanan berlebihan
5. Pemantauan Saat dan Setelah Tindakan
📍 Pasien dipantau tekanan darah & kenyamanannya
📋 Obat Hipertensi dan Implikasinya
Beberapa pasien hipertensi mengonsumsi obat seperti:
🔹 Amlodipine
🔹 Captopril
🔹 Bisoprolol
🔹 Valsartan
🔹 Furosemid (diuretik)
💡 Dokter akan mempertimbangkan jenis obat, efek samping (misalnya mulut kering atau perdarahan gusi), dan waktu minum obat agar tindakan bisa dilakukan dengan aman.
💬 Testimoni Pasien:
“Saya takut cabut gigi karena tekanan darah sering tinggi. Tapi drg. Romzi tenang banget menjelaskan. Tensi saya diturunkan dulu, lalu tindakan lancar tanpa masalah.”
— Bu Rina, 55 tahun
“Saya minum obat jantung setiap hari. Ternyata cabut gigi tetap bisa dilakukan asal dokter tahu cara menanganinya. Terima kasih sudah bantu jaga keamanan saya, dok.”
— Pak Yusuf, 62 tahun
🦷 Apakah Semua Penderita Hipertensi Harus Takut Cabut Gigi?
Tentu tidak. Tapi…
📌 Jangan asal pergi ke tukang gigi
📌 Jangan sembunyikan riwayat penyakit
📌 Jangan abaikan tekanan darah yang tinggi
📌 Jangan lakukan tindakan saat tensi tidak stabil
📍 Lokasi Praktik Aman & Profesional
🏥 RS Hermina Purwokerto
🏥 RS Pertamina Cilacap
📲 Konsultasi dan Jadwal Tindakan
🌐 www.bedahmulut.com
📸 IG: @romzi_hanif_bedah_mulut
✅ Kesimpulan
🔹 Pasien hipertensi tetap boleh cabut gigi, asal tekanan darah terkendali
🔹 Jangan anggap enteng — perdarahan & komplikasi bisa terjadi jika tidak dipersiapkan
🔹 Dokter harus paham cara memilih anestesi dan teknik cabut yang minim risiko
🔹 Komunikasi dengan dokter penyakit dalam sangat penting
🔹 Konsultasi dulu = kunci keselamatan
🧠 Punya tensi tinggi bukan berarti gak bisa cabut gigi, tapi kamu butuh tim medis yang paham kondisi kamu.
Jangan ambil risiko sendiri — pastikan tindakan dilakukan dengan aman, profesional, dan terkontrol.
