Punya diabetes bukan berarti kamu gak bisa merawat gigi. Tapi, jika kamu ingin melakukan tindakan pencabutan gigi, ada beberapa hal penting yang wajib kamu pahami dulu.
Kondisi kadar gula darah yang tinggi atau tidak stabil bisa memengaruhi proses penyembuhan luka, meningkatkan risiko infeksi, bahkan menyebabkan komplikasi nyeri pasca pencabutan.
👉 Tapi jangan khawatir — dengan perencanaan dan pengawasan dokter, prosedur tetap bisa dilakukan dengan aman.
❓Kenapa Pasien Diabetes Harus Waspada Saat Cabut Gigi?
Diabetes memengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk:
🩸 Proses pembekuan darah
🧫 Daya tahan tubuh terhadap infeksi
🧬 Kemampuan jaringan untuk menyembuhkan luka
Saat gigi dicabut, tubuh akan mengalami proses luka terbuka. Pada pasien diabetes, ini bisa memicu:
🔴 Luka yang susah sembuh (delayed healing)
🔴 Pendarahan berkepanjangan
🔴 Dry socket (nyeri luar biasa karena bekuan darah gagal terbentuk)
🔴 Infeksi sekunder yang bisa menyebar ke tulang rahang
📍 Risiko yang Harus Diketahui Sebelum Cabut Gigi
| Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Luka sulit sembuh | Aliran darah terganggu → suplai nutrisi terganggu |
| Pendarahan tak kunjung berhenti | Kadar glukosa tinggi bisa mengganggu trombosit dan koagulasi |
| Infeksi pasca tindakan | Daya tahan tubuh menurun → mudah terinfeksi |
| Dry socket | Gumpalan darah mudah rusak atau tidak terbentuk sama sekali |
👩⚕️ Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?
Berikut langkah-langkah penting sebelum pasien diabetes menjalani pencabutan gigi:
1. Konsultasi dengan Dokter
Pastikan dokter tahu riwayat medis lengkap kamu, termasuk obat-obatan diabetes, insulin, hingga komplikasi sistemik yang mungkin ada.
2. Cek Gula Darah Terlebih Dahulu
👉 Idealnya, kadar gula darah sewaktu < 200 mg/dL, atau HbA1c < 7%
Jika terlalu tinggi, dokter biasanya akan tunda tindakan sampai gula darah terkendali.
3. Teknik Cabut Gigi yang Minim Trauma
✅ Teknik atraumatik → minim luka, perdarahan cepat berhenti
✅ Penjahitan luka dilakukan jika perlu → mempercepat penyembuhan
💡 Tips Pasca Cabut Gigi untuk Pasien Diabetes
🧊 Kompres dingin di area luar pipi selama 24 jam pertama
💧 Hindari kumur kencang atau sedotan agar bekuan darah tidak lepas
🍽️ Konsumsi makanan lunak dan hangat
🧼 Jaga kebersihan mulut tanpa mengganggu luka
💊 Minum obat sesuai resep
📆 Kunjungi dokter gigi untuk kontrol pasca tindakan
💬 Testimoni Pasien:
“Saya sempat takut karena diabetes saya belum stabil. Tapi setelah konsultasi dan atur gula darah, tindakan cabut gigi saya bersama drg. Romzi aman dan cepat sembuh.”
— Bapak Arifin, 60 tahun
“Tadinya bingung harus mulai dari mana. Ternyata yang penting konsultasi dulu, dan drg. Romzi bantu jelaskan dengan tenang. Jadinya tidak stres sama sekali.”
— Ibu Rika, 53 tahun
👨⚕️ Kenapa Harus ke drg. Romzi Hanif Sp.BMM(K)?
✔️ Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial Konsultan
✔️ Berpengalaman menangani pasien dengan kondisi medis sistemik
✔️ Prosedur atraumatik dan minim risiko
✔️ Kolaborasi dengan dokter penyakit dalam bila dibutuhkan
✔️ Pendekatan profesional dan edukatif
📍 Lokasi Praktik
🏥 RS Hermina Purwokerto
🏥 RS Pertamina Cilacap
📲 Konsultasi Online
🌐 www.bedahmulut.com
📸 IG: @romzi_hanif_bedah_mulut
📣 Kesimpulan
✅ Pasien diabetes tetap bisa cabut gigi
✅ Asalkan dilakukan dengan kontrol medis yang baik
✅ Gula darah harus stabil sebelum tindakan
✅ Dokter gigi harus tahu riwayat penyakit lengkap Anda
✅ Jangan asal ke tukang gigi atau cabut sendiri — bisa berbahaya!
🦷 Punya diabetes? Jangan takut cabut gigi, asal ditangani dengan tepat.
Prioritaskan keselamatan dan kenyamanan bersama dokter yang berpengalaman.
