Operasi gigi impaksi biasanya akan menjadi solusi terakhir, apabila penderita mengalami beberapa keadaan. Seperti adanya penyakit gusi serta dijumpai kista dan tumor di dalamnya. Maka dari itu, Anda perlu melakukan konsultasi bersama dokter agar penyebabnya diketahui secara pasti.
Komplikasi Pasca Operasi Gigi Impaksi
Walaupun memiliki tujuan untuk menghilangkan rasa nyeri, namun beberapa kasus di antaranya juga dijumpai adanya komplikasi pasca operasi gigi impaksi. Pada umumnya, hal ini bisa terjadi karena kesalahan prosedur atau kurang perhatiannya pasien setelah tindakan. Berikut ulasannya:
- Nyeri Hebat
Kondisi umum yang paling sering terjadi setelah operasi gigi impaksi adalah nyeri hebat dan cukup menganggu bagi penderitanya. Maka dari itu, dokter akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa sakit pasca tindakan tersebut.
Namun perlu diketahui bahwa Anda tidak diperkenankan untuk mengonsumsi obat ketika efek bius belum hilang total. Apabila rasa nyeri yang dirasakan tidak kunjung mereda setelah meminum pereda nyeri, maka alangkah lebih baik berkonstasi lagi secara langsung mengenai keluhan tersebut.
- Pendarahan
Efek samping berikutnya yang bisa saja dialami adalah pendarahan. Dalam beberapa kasus, keluarnya darah setelah operasi ini pada umumnya hanya berlangsung selama 48 jam hingga benar-benar berhenti. Anda dapat mengatasinya dengan menyumbat kasa atau kapas pada area bekas sayatan.
Apabila cara tersebut masih belum membuahkan hasil, Anda bisa menghentikan pendarahan dengan menggunakan es batu atau air es untuk mengompresnya. Tempelkan kompresan tersebut pada area yang mengalami pendarahan sekitar kurang lebih 1 jam sehingga darah akan cepat membeku.
- Pembengkakan
Pembengkakan merupakan hal yang lumrah terjadi pada saat pasca operasi pencabutan gigi. Kondisi seperti ini biasanya akan berlangsung selama 2 sampai 3 hari dan mengecil dengan sendirinya. Namun Anda juga bisa mengurangi besarnya area bengkak menggunakan kompresan air dingin atau es batu.
Lakukan pengompresan tersebut secara berkala agar sampai bengkak yang dirasakan terlihat berkurang. Maka dari itu, Anda bisa mengajukan cuti terlebih dahulu setelah operasi dilakukan sehingga masa pemulihan benar-benar dilakukan secara maksimal dengan istirahat total.
- Muntah
Beberapa kasus pasca operasi gigi impaksi juga menunjukkan bahwa pasien mengalami muntah-muntah dalam frekuensi yang cukup sering. Hal ini disebabkan karena akan timbul rasa mual sehingga tubuh akan bereaksi seperti itu.
Untuk mengatasi hal ini, jangan makan terlalu banyak sebelum minum obat. Selain itu, cobalah makanan ringan yang memiliki aroma kuat sehingga mengurangi rasa mual. Beberapa makanan dapat dicoba adalah jus buah dan yoghurt. Namun pastikan untuk tidak memakannnya selagi masih dingin.
- Bibir Kering
Kondisi bibir kering ini bisa terjadi karena selama proses operasi, bagian mulut akan direntangkan secara lebar hingga tindakan pencabutan gigi sudah berhasil dilakukan. Tentunya hal ini bisa menyebabkan adanya keretakan dan juga kekeringan.
Untuk mengatasinya, Anda bisa melembabkan bibir menggunakan bantuan lip balm sehingga kekeringan dapat dikurangi. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi air putih secara teratur dan cukup minimal 8 sampai 12 gelas per hari agar seluruh tubuh tidak mengalami dehidrasi termasuk bibir.
- Sakit Tenggorokan
Meskipun tidak banyak orang yang mengalami hal ini setelah melakukan operasi gigi impaksi, namun beberapa pasien juga mengaku merasakan sakit tenggorokan cukup mengganggu. Bahkan mereka mengeluh kesulitan menelan saat makan dan minum.
Kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hal paling penting adalah Anda perlu menjaga asupan makan dan minum agar tetap bernutrsi. Selain itu hindari makanan panas, dingin, dan pedas, karena dapat membuat gigi bekas pencabutan menjadi lebih parah.
Pantangan yang Tidak Boleh Dilakukan Pasca Operasi Gigi Impaksi
Dari keenam komplikasi di atas yang seringkali dialami oleh penderita pasca melakukan operasi gigi impaksi, maka Anda perlu memperhatikan beberapa pantangan setelah tindakan medis tersebut. Hal ini harus diupayakan agar tidak memperparah efek samping serta mempercepat masa pemulihan. Seperti:
- Menyeruput, Menyedot dan Mengisap
Ketiga cara meminum di atas perlu Anda hindari selama beberapa hari setelah pasca operasi gigi impaksi. Minumlah secara langsung dari gelasnya tanpa harus menyeruput, menyedot dan mengisap minuman di dalamnya. Keadaan seperti ini bisa menggerakkan gigi sehingga menimbulkan gangguan.
Ketiga cara meminum tersebut perlu Anda hindari karena membuat sisi dalam mulut tertekan dan gigi menjadi semakin bergerak. Kondisi ini dapat menyebabkan darah yang sebelumnya sudah mulai membeku bisa saja pecah dan menimbulkan ancaman untuk mengalami pendarahan lagi.
- Merokok
Kegiatan merokok juga hampir sama dengan gerakan mengisap. Tentunya hal ini perlu Anda hindari untuk mencegah kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Selain itu, kandungan di dalam rokok terdapat banyak sekali zat kimia beracun. Senyawa ini dapat menyebabkan infeksi jika masuk ke area jahitan.
Bahkan jika zat kimia tersebut menempel pada area jahitan yang belum sepenuhnya kering, maka bisa menyebabkan iritasi lebih parah. Selain itu, paparan senyawa berbahaya di dalam rokok dapat meningkatkan kemungkinan resiko terkena kanker mulut.
- Minum Alkohol
Sama seperti rokok, di dalam alkohol juga terkandung banyak sekali kandungan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Apabila senyawa tersebut mengenai area jahitan maka bisa menyebabkan infeksi dan iritasi. Kedua kondisi ini tentunya akan memperlambat masa penyembuhan bekas sayatan.
Alkohol sendiri memang sudah berbahaya bagi kesehatan bahkan saat Anda mengonsumsinya pada saat sedang merasa sehat. Tentunya akan menjadi lebih bahaya lagi apabila dikonsumsi ketika tengah memiliki area bekas sayatan dan jahitan yang belum kering seutuhnya.
- Memainkan Jahitan dengan Lidah
Kondisi ini seringkali dialami oleh sebagian orang yang merasa gemas dan geregetan degan benang jahitan di dalam gusinya. Biasanya mereka cenderung menyenggol atau memainkan dengan sengaja. Jika Anda sering melakukannya, maka lebih baik berhenti karena membuat luka kian parah.
Lidah menyenggol area jahitan yang belum kering sepenuhnya bisa menyebabkan infeksi dan iritasi. Selain itu, luka bekas sayatan dan sudah dijahit tersebut tentunya tidak akan tertutup sempurna karena sering disenggol.
- Olahraga
Meskipun bisa membuat badan lebih sehat dan bugar, nyatanya kegiatan olahraga perlu Anda hindari selama beberapa hari setelah melakukan operasi gigi impaksi. Bahkan dokter pun juga sudah sering mengingatkan kepada pasiennya untuk tidak mengerjakan beberapa aktivitas berat.
Perlu Anda ketahui bahwa kegiatan olahraga dapat meningkatkan kemungkinan pendarahan dan pembengkakan semakin parah. Selain itu, beberapa aktivitas berat bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tentunya mengganggu bagi kebanyakan orang pasca operasi.
Itulah tadi penjelasan mengenai komplikasi yang sering terjadi dan beberapa pantangan setelah pasca operasi gigi impaksi. Tentunya Anda perlu memperhatikan poin penting tersebut demi mengupayakan proses pemulihan cepat berlangsung.
