Cabut gigi sering dianggap prosedur kecil. Tapi bagi Anda yang memiliki riwayat kelainan jantung, tindakan ini tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan matang

AWAS! Pasien Kelainan Jantung Jangan Asal Cabut Gigi

AWAS! Pasien Kelainan Jantung Jangan Asal Cabut Gigi

Wajib Konsultasi Dulu Sebelum Tindakan Ekstraksi!

Cabut gigi sering dianggap prosedur kecil. Tapi bagi Anda yang memiliki riwayat kelainan jantung, tindakan ini tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan matang. Salah sedikit, bisa berisiko besar!

Bersama drg. Romzi Hanif Sp.BMM(K), seorang spesialis bedah mulut dan maksilofasial konsultan, Anda bisa mendapatkan tindakan pencabutan gigi yang aman, minim risiko, dan sesuai standar medis – terutama untuk pasien dengan kondisi sistemik seperti kelainan jantung.


❗Mengapa Pasien Kelainan Jantung Harus Ekstra Hati-Hati?

Cabut gigi tidak hanya soal gigi dan gusi. Saat prosedur dilakukan, tubuh akan mengalami sejumlah respon sistemik, termasuk:

🔴 Stres fisiologis
🔴 Pendarahan lokal
🔴 Terbukanya akses pembuluh darah
🔴 Masuknya bakteri dari rongga mulut ke aliran darah

Pada pasien dengan kelainan jantung bawaan atau didapat, kondisi ini dapat menyebabkan:

⚠️ Infeksi katup jantung (Endokarditis Infektif)
⚠️ Gangguan irama jantung (aritmia)
⚠️ Serangan jantung karena stres dan nyeri
⚠️ Komplikasi fatal jika tidak ditangani dengan protokol yang benar


❤️ Apa Itu Endokarditis Infektif?

Endokarditis adalah infeksi pada lapisan dalam jantung, terutama pada katup jantung. Penyebabnya adalah bakteri yang masuk ke aliran darah, biasanya berasal dari:

  • Rongga mulut
  • Gusi yang berdarah
  • Luka akibat tindakan cabut gigi

Risiko endokarditis meningkat pada pasien dengan:

✅ Riwayat penyakit jantung rematik
✅ Katup jantung buatan (prostetik)
✅ Kelainan katup jantung bawaan
✅ Riwayat endokarditis sebelumnya
✅ Cardiomyopathy atau gangguan pompa jantung


💉 Pentingnya Antibiotik Profilaksis

Bagi pasien berisiko tinggi, dokter gigi dan dokter jantung biasanya akan memberikan antibiotik profilaksis sebelum pencabutan gigi. Tujuannya adalah:

✅ Membunuh bakteri mulut sebelum sempat masuk ke darah
✅ Mencegah kolonisasi bakteri pada katup jantung
✅ Menurunkan risiko komplikasi pasca pencabutan

💊 Biasanya diberikan 30–60 menit sebelum tindakan, seperti:

  • Amoksisilin 2 gram per oral
  • Atau Clindamycin 600 mg (jika alergi penicillin)

⚠️ Tidak semua pasien jantung butuh antibiotik, maka wajib konsultasi dulu!


📋 Protokol Aman Cabut Gigi untuk Pasien Jantung

drg. Romzi Hanif Sp.BMM(K) menerapkan pendekatan Simple, Safe, Smart Surgery, termasuk untuk pasien dengan penyakit jantung. Protokol yang dilakukan antara lain:

  1. Pemilihan anestesi yang tepat
    ➤ Obat bius lokal harus disesuaikan agar tidak menekan jantung
  2. Monitoring tekanan darah
    ➤ Selama dan sesudah prosedur
  3. Pemberian antibiotik profilaksis jika perlu
    ➤ Mencegah infeksi serius
  4. Prosedur dilakukan cepat, tenang, minim trauma
    ➤ Menekan stres dan perdarahan seminimal mungkin

📌 Kasus yang Sering Terjadi

“Pasien merasa nyeri gigi, langsung ke tukang gigi atau cabut di sembarang tempat. Beberapa hari kemudian, demam tinggi, sesak napas, dan dirawat di ICU karena infeksi katup jantung.”

➡️ Kasus ini bisa dicegah jika pasien konsultasi lebih dulu ke dokter 


❓ Siapa Saja yang Harus Konsultasi Dulu?

Jika Anda memiliki kondisi berikut, WAJIB konsultasi:

🔹 Penyakit jantung rematik
🔹 Katup jantung buatan
🔹 Riwayat bedah jantung
🔹 Aritmia atau irama jantung tidak teratur
🔹 Gagal jantung kronis
🔹 Riwayat stroke karena emboli
🔹 Menggunakan antikoagulan (warfarin, DOAC)


🏥 Mengapa Harus di Tangani oleh Spesialis Bedah Mulut?

Cabut gigi untuk pasien jantung tidak boleh dilakukan oleh tenaga non-profesional. Risiko terlalu besar.

Dengan drg. Romzi Hanif Sp.BMM(K), Anda akan ditangani oleh:

✅ Dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial
✅ Pengalaman menangani pasien dengan komorbid
✅ Protokol steril dan anestesi aman
✅ Perawatan pasca pencabutan terkontrol


💬 Testimoni Pasien:

🗣️ “Saya punya riwayat jantung dan sebelumnya takut cabut gigi. Tapi setelah konsultasi dan dicabut oleh drg. Romzi, semua berjalan aman dan nyaman.”
Ibu Rina, 58 tahun

🗣️ “Tidak nyangka cabut gigi bisa seprofesional itu. Walaupun saya minum obat pengencer darah, tindakan tetap aman karena diatur dulu oleh dokternya.”
Pak Tono, 66 tahun


✅ Kesimpulan: Jangan Sepelekan Prosedur Cabut Gigi!

🧠 Jangan anggap sepele tindakan cabut gigi – apalagi jika Anda punya riwayat jantung.
🦷 Konsultasi adalah kunci utama untuk tindakan yang aman.
💉 Antibiotik profilaksis bisa menyelamatkan nyawa.
👨‍⚕️ Pilih dokter yang paham kondisi sistemik Anda.


📍 Lokasi Praktik

🏥 RS Hermina Purwokerto
🏥 RS Pertamina Cilacap

📲 Konsultasi Online

🌐 www.bedahmulut.com
📸 IG: @romzi_hanif_bedah_mulut


💡 Ingat:
Cabut gigi boleh…
…tapi harus dengan cara yang benar, oleh dokter yang tepat.
👉 Konsultasi dulu, baru tindakan. Demi jantung dan hidup Anda.

 

Artikel Pilihan

HUBUNGI KAMI

Siap untuk Senyum yang Lebih Sehat?

Hubungi kami untuk konsultasi gratis dengan drg. Romzi Hanif dan raih senyum impian Anda!

Scroll to Top